Potensi Megathrust, BMKG Minta Pemda Siapkan Tata Ruang Yang Aman

Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, ST — Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati meminta pemerintah daerah agar menyiapkan tata ruang yang aman dan mampu menampung masyarakat sebagai upaya mitigasi bila gempa Megathrust terjadi di Indonesia.

“Bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemerintah daerah sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang mengakibatkan tsunami. Pemerintah daerah itu sudah diajak bersama-sama menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan sistemnya, adakah jalur evakuasi nya, adakah tempat shelter evakuasi,” kata Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Kemudian zona-zona rawan seperti daerah dekat laut dan pantai agar dikosongkan dan tidak didirikan banyak bangunan.

“Pemda-pemda diharapkan juga menyiapkan tata ruang di sana. Di pantai itu dibatasi, jangan dibangun bangunan-bangunan. Kalau sampai dibangun hotel, hotelnya harus siap menghadapi (Megathrust), diwajibkan bangunannya mampu tahan 8,5 magnitudo,” katanya.

Dwikorita Karnawati mencontohkan Pemda DIY merupakan salah satu pemda yang telah menyiapkan tata ruang yang aman menghadapi potensi gempa Megathrust lewat pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

“Yogyakarta International Airport itu sudah disiapkan untuk menghadapi Megathrust. Jadi dibangun insya Allah desain-nya dirancang tahan gempa 8,5 magnitudo, itu Megathrust dan elevasi-nya lebih tinggi dari elevasi tsunami. Jadi kalau sedang berada di bandara YIA, kalau ada gempa, ada tsunami, jangan keluar gedung. Tempat paling aman di situ, lari ke lantai mezzanine dan lantai 2 dan ada Crisis Center untuk masyarakat mampu menampung 2.000 orang, bandara-nya itu menampung 10.000 orang,” katanya.

Dia menambahkan. peringatan potensi gempa Megathrust beberapa waktu belakangan ini bukanlah hal baru di Indonesia.

Tujuan utama BMKG kembali mengingatkan potensi Megathrust adalah untuk mengedukasi dan mempersiapkan masyarakat Indonesia, terlebih Indonesia tergolong rawan mengalami gempa.

“Megathrust bukan isu yang baru. Itu isu yang sudah sangat lama tapi kenapa BMKG dan beberapa pakar mengingatkan? Tujuannya adalah untuk ayo segera mitigasi,” katanya.

Berita Terkait

Sukabumi Mulai Bangun Puluhan Koperasi Desa Merah Putih
Bupati Asep Japar : Desa Wisata Bukan Sekadar Destinasi, Tapi Pemberdayaan Masyarakat
Penegakan Perda Harus Tegas dan Humanis, Pesan Bupati untuk Satpol PP
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Selamat Hari Kartini 21 April 2026
Wabup Sukabumi Terima Kunjungan Silla University Korsel, Buka Peluang Studi ke Korea Selatan
Menkeu Purbaya Berantas Praktik Under-Invoicing
Tag :

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 06:09 WIB

Sukabumi Mulai Bangun Puluhan Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:48 WIB

Bupati Asep Japar : Desa Wisata Bukan Sekadar Destinasi, Tapi Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:47 WIB

Penegakan Perda Harus Tegas dan Humanis, Pesan Bupati untuk Satpol PP

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:00 WIB

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:23 WIB

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Berita Terbaru