Jahe Gajah Mulai Dikembangkan Petani di Jampangtengah Sukabumi

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanaman Jahe Gajah yang dikembangkan petani jahe ciburahol, Sukabumi.  Petani di kampung Ciburahol Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai mengembangkan budidaya Jahe Gajah (Zingiber officinale var officinale) sebagai komoditas unggulan baru.

Jahe Gajah memiliki rimpang berukuran besar, jahenyapun berwarna kuning muda, dan rasa yang kurang pedas dibandingkan jenis jahe pada umumnya.

Manfaat jahe gajah ini bisa meredakan mual dan mabuk perjalanan, meningkatkan imunitas, mengatasi masalah pencernaan, mengurangi nyeri sendi, menurunkan kolesterol, serta membantu meredakan sakit kepala.

“Selain produktivitasnya tinggi, perawatan tanaman jahe gajah lebih mudah ketimbang jahe emprit atau jahe merah lainnya,” kata petani jahe gajah Yayat Hidayat, menjelaskan kenapa petani memilih mengembangkan jahe gajah, Senin 2 Maret 2026.

Saat ini uji coba tanaman jahe gajah dilakukan dilahan seluas kurang lebih dua hektare. Lahan ini sebelumnya area tanam cabai yang kini dioptimalkan dengan sistem tumpang sari.

“Usia tanam saat ini sudah enam bulan, dengan benih sekitar 200 kilogram, rata-rata dapat menghasilkan lima sampai delapan ton jahe gajah, tergantung gangguan hama dan penyakit,” ucap Yayat, dan mengaku lahan sekitar 2 hektar itu saat ini digarap oleh lima petani aktif.

Selanjutnya ia menerangkan bahwa pada saat waktu panen sangat bergantung pada target pasar. Untuk kebutuhan konsumsi jahe muda, tanaman sudah bisa dipanen pada usia enam bulan.

Tetapi, untuk mencapai hasil yang maksimal (jahe tua), yang ideal panen pada usia adalah delapan bulan, sedangkan untuk kebutuhan bibit berkualitas diperlukan waktu hingga sepuluh bulan.

“Jadi panen itu tergantung kebutuhan pasar. Kalau untuk konsumsi bisa enam bulan, kalau mau hasil maksimal delapan bulan, dan kalau untuk bibit sampai sepuluh bulan,” jelasnya.

Jahe merah ini mempunyai karakteristik sendiri yaitu dikenal mempunyai rimpang yang besar serta gemuk dengan warna putih kekuningan. Walau aromanya tajam, rasa pedasnya cenderung lebih lembut dibandingkan jenis jahe lainnya.

Dengan kandungan minyak atsiri berkisar 0,8 hingga 2,8 persen, komoditas ini menjadi primadona untuk bumbu masakan, bahan minuman hangat, hingga industri farmasi dan kecantikan.

Berita Terkait

Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat HUT ke 81 TNI 2026
Raperda APBD 2027 Dibahas, Pemkab Sukabumi Tekankan Efisiensi dan Manfaat Anggaran
Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026
Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sukabumi Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan
Buka Festival Bonsai di Jampangtengah, Bupati: Bonsai Berpotensi Dukung Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Ngalongok Dulur di Lembur Hadirkan Bakti Sosial dan Pelayanan Publik
Rapat Paripurna DPRD, Raperda Perubahan APBD 2026 Resmi Disepakati

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat HUT ke 81 TNI 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Raperda APBD 2027 Dibahas, Pemkab Sukabumi Tekankan Efisiensi dan Manfaat Anggaran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sukabumi Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Berita Terbaru

Daerah

Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:12 WIB